Thursday, December 14, 2017

Cara Sederhana Memotivasi Diri Yang Sedang Patah Hati

Siapa yang tidak mengenal Cinta? 

Gamblangnya, Cinta itu termasuk dalam sebuah unsur keberanian. Seseorang yang dibilang mempunyai Cinta, pasti ia pernah merasakan ‘berani’ terhadap sesuatu yang tertargetkan untuk ia dapatkan. Cinta sangat mempengaruhi mental seseorang. Mampu mengubah mood hanya dalam rentang beberapa menit. Menciptakan impian dan angan-angan pribadi yang membuat orang tersebut selalu mengharapkan bahagia pada cinta yang dimilikinya.

Tapi semua belum tentu mudah dan berarti seperti apa yang dimau. Kecewa dan sakit hati adalah puncak dari semua cinta. Karena kalau tidak berhasil, pasti gagal. Bahagia dan terus bersama adalahperasaaan pada ikatan terakhir setelah menuju jenjang paling serius. Ada kalanya untuk siapkan mental sebagai bekal saat ingin mengenal cinta. Dan harus siap dengan apapun konsekuensinya:

1. Patah Hati
Dikutip dari Wikipedia:
Patah hati adalah suatu metafora umum yang kerapdifungsikan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan yang cukup mendalam dan dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, oleh sebab kematian, perceraian, putusnya hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

Cara Sederhana Memotivasi Diri Yang Sedang Patah Hati


Patah Hati bisa berujung pada trauma yang amat-sangat. Bahkan takut mengenal cinta yang lain. Karena meskipun kepatah-hatian tersebut sudah sembuh, tetap akan terputar lagi di suatu masa dan kemungkinan besar menimbulkan luka yang sama.

2. Patah Semangat
Menurut KBBI sendiri,  patah semangat adalah: putus asa; hilang kegairahan (bekerja dsb); (arti)
Yang artinya, luka atau kekecewaan yang ditimbulkan oleh cinta, sering kali berimbas kepada berubahnya mood secara drastis, dengan sebab atau pengaruh tentu.
Putus Asa sama seperti kehilangan harapan/keinginan/ambisi untuk melewati hari-hari. Bahkan untuk melewati tantangan pun, cenderung merasa tidak mampu.

3. Malas Melakukan Sesuatu
Menurut KBBI, malas/ma•las/ yaitu: tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu; segan; tidak suka; tidak bernafsu.

Kekecewaan yang berlebihanakan menurunkan daya-ketertarikan-kita-kepada-sesuatu-atau-hal. Mood buruk lebih dominan mempengaruhi pikiran, meskipun kepada hal yang awalnya Kita sangat menyukainya.

Baca juga : Cara Redakan Sakit hati Setelah Putus Cinta

Menghilangkan luka memang tidak mudah, namun juga tidak sulit. Ada beberapa cara menghilangkan rasa luka atau sakit hati, dibawah ini;


  1. Berusaha untuk tersenyum sesering mungkin. Pasti awalnya akan merasa terpaksa karena bukan keinginan yang sesungguhnya dari hati. Namun berusaha untuk tulus ketika tersenyum akan membantu mengurangi traumatik yang menimpa Anda. 
  2. Jangan menutupi diri dari lingkungan atau sekeliling. Jangan berlarut dan menyimpan semuanya sendirian. Ceritakanlah kepada keluarga atau sahabat terdekatmu, ajak oranglain untuk menemani kesedihan Anda. Dan pasti mereka akan memberikan saran. 
  3. Hindari melamun. Jangan mengosongkan pikiran Andasedikitpun. Menyibukkan diri dengan hal-hal menyenangkan bisa mencegah Anda untuk melamun.
  4. Bersifat ikhlas terhadap semua luka dan pengkhianatan yang Anda terima adalah salah satu kunci sembuhnya luka Anda dalam sekejap. Karena ikhlas itu, berarti rela dan menjauhkan diri dari sikap dendam. 


Dan dibawah ini adalah buruknya sifat kecewa dan patah hati yang berkepanjangan. Karena apa? Hati menjadi jauh dari Sang Pencipta dan rasa sukar untuk memperbaiki masa depan yang berkaitan dengan cinta.

Beberapa dibawah ini adalah dampak buruk bagi diri Anda ketikakata ‘memaafkan’ saja susah terlontar. Untuk menghilangkan segala beban, ada baiknya Anda tidak memikirkan pengkhianatan yang telah dilakukan orang lain kepada Anda, atau akan tambah memperburuk keadaan Anda sendiri;


  1. Anda akan berfikir kehilangan segalanya. 
  2. Anda akan melupakan kasih sayang Orang Tua dan Sahabat karena Anda berfikir telah ditinggalkan insan yang paling Anda sayangi. 
  3. Anda berubah 100%, mulai dari kesabaran, kejujuran, keceriaan, bahkan kebaikan. 
  4. Anda tidak punya gairah untuk bermimpi
  5. Anda menjauh dari Sang Pencipta, apalagi jika Anda sampai lupa berdoa kepada-Nya
  6. Banyak kasus yang menjadikan homo atau lesbian karena trauma yang tidak bisa disembuhkan. 
  7. Seharusnya, jangan takut mengenal cinta karena menikah adalah peyempurna agama. 
  8. Jangan berpikir Sang Pencipta sudah membiarkan Anda terluka. Tidak. Sang Pencipta akan selalu adil dalam memperlakukan hamba-hambanya.