Friday, June 16, 2017

Aneh, Tisu Basah Pun Dijadikan Museum?

Jika tisu basah kerap kita gunakan sebagai alat pembersih tangan, namun berbeda dengan John French. Pria asal Amerika yang bekerja di Planetarium Michigan University ini punya kebiasaan aneh. Mengumpulkan beragam tisu basah dari seluruh dunia. Alasannya cukup sederhana, karena ia tertarik dengan beragam gambar dan model pada bungkusan tisu-tisu basah itu.

Kebiasaan tersebut telah ia mulai sejak dua dekade yang lalu. Kabarnya, saat ini pun ia telah memiliki ribuan koleksi tisu basah. Mulai dari tisu basah yang disediakan di pom bensin Turki, sampai tisu basah yang ada di Kedutaan Besar Amerika di Swedia pun ia miliki. Bahkan, tisu basah yang kerap digunakan orang Jepang (Otefuki) pun telah jadi koleksinya di Moist Towelette Museum, East Lansing, Michigan.

Koleksi tertua yang ia miliki merupakan tisu basah bergambar “Star Trek” keluaran tahun 1963. Bisa dibayangkan, bagaimana banyaknya koleksi milik French tersebut. Yuk kita tengok sedikit bagaimana koleksi French tersebut.

Star Trek Series, Koleksi dari 1963

museum tisu basah


Otefuki Koleksi dari Jepang

museum tisu basah


Koleksi Tisu Basah Keluaran Xerox

museum tisu basah


Tisu Basah Kepunyaan Stasiun TV Amerika nih...

museum tisu basah


Dari Hard Rock Cafe Beijing

museum tisu basah


Daripada jauh-jauh ke Amerika sana, kamu bisa juga jenguk cek koleksi French di website resmi Moist Towelette Museum ini di: http://moisttowelettemuseum.com/

Koleksi-koleksi tisu basah tersebut tidak saja didapatkan oleh John French sendiri. Dalam websitenya itu, ia memang menerima donasi tisu basah dari siapa saja di dunia ini. Museum Moist Towelette sendiri termasuk ke dalam 100 museum aneh di dunia versi Geoff Tibbals dalam bukunya “The World's 100 Weirdest Museums: From the Moist Towelette Museum in Michigan to the Museum of Broken Relationships in Zagreb” terbitan Amazon (2017). 

Ternyata, John French tidak sendiri. Seorang produser film Hollywood dari Twentieth Century Fox, JB. Popplewell juga merupakan pengoleksi dari tisu basah. Bedanya, JB. Popplewell tidak (belum) memiliki museum laiknya French. 


Dalam websitenya, http://www.moist-towelette.com ia menuturkan tentang ketertarikannya sebagai pengoleksi tisu basah. Ia mengatakan bahwa tisu basah tidak sekedar tisu basah yang digunakan sebagai pembersih tetapi punya ciri khas pada pengemasannya yang kreatif dan lucu. Bahkan saat model pengemasannya itu terlihat membosankan sekalipun. Ia pun menambahkan bahwa tisu basah baik pada model atau gambar pengemasannya sebenarnya punya sejarah, dan budaya yang signifikan dan unik. Tidak saja dillihat dari negara asalnya tetapi juga siapa yang memproduksinya. 

Sama seperti French, Popplewell juga menerima kontribusi dari siapa saja yang mengirimkan tisu basah sebagai koleksi. Dalam websitenya tersebut, tampak list dari beberapa orang yang telah mendonasikan tisu basah lebih dari 10 buah. Langsung saja cek websitenya di http://www.moist-towelette.com untuk melihat koleksi-koleksi tisu basah Popplewell.