Sabtu, 18 Januari 2014

Inilah 10 Tempat dengan Suhu Udara Paling Panas di Bumi

Halo!
Sobat Apasih.com :)

Bumi menjadi satu-satunya planet yang di tinggali mahluk hidup di tata surya ini, walau memungkinkan kehidupan itu bisa berkembang di bumi bukan berarti tidak ada tempat-tempat yang sangat mematikan jika ditinggali salah satu contohnya daerah panas seperti gurun.

Berikut ini adalah 10 diantara tempat yang memiliki suhu udara paling panas di muka bumi ini. Untuk perbandingan, suhu rata-rata di Indonesia adalah berkisar antara 22 hingga 32 derajat celsius dan suhu tempat-tempat di bawah ini adalah suhu tertinggi yang pernah dicapai masing-masing kota.

10. Al'Aziziya, Libya - 49 Derajat Celcius

Pada tahun 1922, Al Aziziya atau El Azizia mencatatkan namanya dalam sejarah karena temperatur cuacanya mencapai 58 derajat celsius. Rekor itu bertahan hingga 90 tahun, sayangnya pada tahun 2012, WMO menyatakan bahwa angka itu tidak valid.

Walaupun rekor tersebut sudah dinyatakan salah, cuaca panas di El'Azizia tetap tidak bisa diremehkan. Pasalnya, pada musim panas cuaca sehari-hari di tempat ini masih dapat mencapai 49 derajat celsius dan beberapa mempercayai bahwa ada kemungkinan tempat ini mendapatkan kembali rekor lamanya.

9. Ahvaz, Iran - 53,5 Derajat Celcius

Walaupun dibangun di tepi Sungai Karun, kota Ahvaz adalah salah satu tempat paling panas di dunia pada musim panas. Ahvaz sendiri memiliki iklim gurun yang sangat panas di musim dingin dan memiliki musim dingin yang singkat. Temperatur rata-rata di kota ini adalah 45 derajat Celsius namun pernah menyentuh 53 derajat celsius yang diikuti badai pasir dan debu. Ini menyebabkan Ahvaz pernah disebut sebagai salah satu kota dengan udara terpolusi (debu dan pasir).

8. Tirat Zvi, Israel -  53,7 Derajat Celcius

Sering disebut-sebut sebagai tempat paling panas di Asia. Walaupun terletak dekat di Sungai Jordan, kota ini tetap harus menghadapi panas yang luar biasa di musim panas yakni setinggi 53 derajat Celsius. Tinggi ini tercatat pada tahjun 1942, dan secara resmi dinyatakan sebagai temperatur tertinggi yang pernah diukur di Asia. Untuk menghindari panas ini, para penduduk harus berendam di mata air dan setiap rumah memiliki kanopi yang berguna sebagai tempat berteduh.

7. Timbuktu, Mali - 54,5 Derajat Celcius

Terletak di pusat jalur perdagangan gurun Sahara, kota ini pernah menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam di Afrika. Sekarang ini, Timbuktu dikenal akan salah satu tempat yang memiliki manuskrip kuno paling mengagumkan di dunia.

Sayangnya, kota ini terus mengalami ancaman desertifikasi, yakni bagian-bagian kota terus mengalami degradasi dan semakin kering. Oleh karena itu suhu di Timbuktu dapat mencapai 54 derajat celsius. Kabar baiknya, air dapat dinikmati tidak jauh dari tempat ini yakni pada Sungai Niger.

6. Kebili, Tunisia - 55 Derajat Celcius

Kota oasis yang terletak di pusat Tunisia, Afrika. Walaupun kota ini sudah dikenal akan cuacanya yang sangat panas, orang-orang telah tinggal di tempat ini jauh sejak manusia modern ada di dunia. Bukti terkait hal tersebut mengatakan bahwa Kebili telah ditinggali sejak 200 Ribu tahun yang lalu.

5. Ghadames, Libya - 55 Derajat Celcius

Sebagai kota oasis bertembok yang dideklarasi sebagai warisan dunia oleh UNESCO dan terletak di barat daya Libya, maka tidaklah mengherankan jika suhu tertinggi yang dapat dicapai kota ini adalah sepanas 55 derajat celsius. Untuk bertahan dari cuaca yang sangat panas ini, maka warga kota Ghadames harus membangun rumah mereka dari bahan alami seperti pohon sawit dan lumpur.

4. Rub Al' Khali, Semenanjung Arab - 56,1 Derajat Celcius

Temperatur tertinggi yang pernah dicapai gurun ini adalah setinggi 56 derajat Celsius. Tidak hanya panas, Rub Al' Khali juga merupakan gurun pasir paling luas di dunia. Ia menutupi 1/3 semenanjung Arab, dimana mencakup Saudi Arabia, Yemen, Oman dan Uni Emirat Arab. Karena panas gurun Rub Al' Khali ini, maka tidaklah memungkinkan untuk seorang manusia menyebrangi gurun ini tanpa menggunakan alas kaki.

3. Death Valley, California - 56,6 Derajat Celcius

Terletak di Gurun Mojave, California, US, adalah Death Valley, yakni wilayah terendah, terkering, dan terpanas di Amerika Utara. Tidak hanya itu saja, tempat ini juga memegang rekor tempat paling panas di dunia, yakni 134 derajat Farenheit.

Dengan cuaca yang sangat panas tersebut, pada malam hari temperatur cuaca yang ada di tempat ini akan berubah dan berada di bawah 0 derajat celsius. Death Valley juga sebelumnya masuk sebagai salah satu dari 10 Tempat Misterius di Dunia dimana pada tempat ini ditemukan batu-batu yang dapat bergerak sendiri, bahkan meninggalkan jejak perpindahan mereka.

Alasan mengapa tempat ini disebut sebagai tempat terpanas di dunia tapi berada di urutan ke-3 adalah karena memang Death Valley merupakan tempat terpanas di Bumi, namun itu jika diukur berdasarkan alat pengukuran yang benar-benar dilakukan di atas daratan terkait. Sedangkan beberapa lainnya menggunakan pengukuran satelit.

2. Dasht-e Lut, Iran - 70,5 Derajat Celcius

Dikenal juga secara singkat sebagai Gurun Lut, wilayah ini memiliki iklim pergurunan yang kering dan sangat panas. Di tahun 2005, ditemukan bahwa daratan terpanas di Bumi ini terletak di Gurun Lut yakni mencapai panas settingi 70 derajat Celsius. Untungnya, temperatur udara di tempat ini masih lebih hangat.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan di tempat ini terkait sebotol susu. Peneliti menemukan bahwa di Gurun Lut, susu tidak dapat basi karena bakteri tidak mungkin dapat hidup dalam panas berlebih seperti itu. Untuk membuktikan ini mereka meletakkan susu terbuka di Gurun Lut dan saat mereka kembali, mereka menemukan bahwa susu itu masih segar. Gurun Lut sendiri meruapakn rumah bagi beberapa piramida pasir tertinggi di dunia.

1. Flaming Mountain, Cina - 80 Derajat Celcius

Flaming Mountain atau Gaochang Mountain terletak di Pegunungan Tian Shan, Xinjiang, Cina dan seperti namanya gunung ini benar-benar sangat panas. Pada tahun 2008, satelit NASA mencatatkan salah satu temperatur terpanas di dunia, yakni 80 derajat Celsius dan itu adalah di Flaming Mountain.

Berdasarkan novel klasik "Perjalanan ke Barat" atau "Kera Sakti," gunung ini pada awalnya memang sangatlah panas dan dapat membakar apapun namun ditenangkan melalui kipas raksasa yang dipinjam Kera Sakti. Dalam legenda lainnya, disebutkan bahwa ada seekor naga yang tinggal di pegunungan Tian Shan dan suka memakan anak kecil, oleh karena itu seorang pahlawan mengalahkan si Naga dan memotongnya menjadi 8 bagian. Darah si naga berubah menjadi Gunung kemerahan dan 8 potongan tersebut menjadi 8 lembah di Flaming Mountain.
IKLAN 1 IKLAN 2