Senin, 07 Mei 2012

Hati-hati Jangan Gunakan Pakaian Ketat

Halo!
Sobat Apasih.com :)

Pakaian KetatHmmm....Postingan kali ini saya dedikasikan kepada para kaum wanita di dunia. Sesuatu yang dipaksakan tentunya tidak akan baik hasilnya. Sama halnya dengan pakaian ketat. Di jaman modern ini, pakaian ketat acap kali dijadikan andalan demi berpenampilan gaya dan trendi.

Tapi gaya itu harus dibayar mahal. Alih-alih tampil keren, ternyata pakaian terlalu ketat, bisa melahirkan banyak efek negatif untuk kesehatan. Berikut fakta mengenakan pakaian ketat:

1. Celana ketat
Penelitian yang dipublikasi Canadian Medical Association Journal, mengungkapkan, jumlah kasus meralgia paresthetica meningkat seiring tren skinny jeans. Meralgia paresthetica adalah kondisi penekanan saraf dari arah panggul hingga paha luar. Gejalanya, bisa menimbulkan kesemutan, mati rasa, dan panas seperti terbakar. Risiko yang ditimbulkan jika Anda menggunakan celana jins ketat di antaranya: nyeri saraf di kaki, nyeri ulu hati, dan memperburuk hernia. Selain itu, tanpa disadari, jalan Anda jadi tidak normal. Tapi, wanita yang beralih dari skinny jeans ke celana lebih longgar, gejala tersebut diketahui perlahan menghilang setelah empat sampai enam minggu.

2. Kaos dan kemeja
Sebuah studi dalam British Journal of Ophthalmology mengungkapkan kaus dengan kerah berstruktur dan sangat ketat dapat meningkatkan risiko penyakit mata berat. Faktanya, kerah yang sangat ketat dapat memberikan tekanan pada vena jugularis di area leher dan menekan bagian internal mata. Peningkatan tekanan adalah salah satu penyebab utama glaukoma. Kemeja yang terlalu kecil juga dapat membatasi aliran darah ke otak melalui arteri karotis. Kondisi ini menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur dan pusing, serta meningkatnya ketegangan di area punggung dan bahu.

3. Sepatu
Efek dari terlalu sering mengenakan sepatu yang ketat adalah jempol kaki Anda mengalami kelainan bentuk atau bunion. Ini menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa dan harus ditangani dokter untuk mengatasinya. Belum lagi risiko kutu air dan infeksi jamur, karena aliran udara di sepatu yang sempit tak berjalan baik.

4. Pakaian dalam
Jangan menyepelekan aspek kenyamanan dalam mengenakan pakaian dalam. Biasanya karena ingin mengenakan rok atau celana ketat dan tak ingin garis pakaian dalam terlihat, Anda pun mengenakan G-string. Tapi ini bukan tanpa risiko. Ukurannya yang sangat kecil, tipis dan tentunya ketat, membuat sirkulasi udara tak berjalan baik. Sehingga, jamur akan sangat mudah tumbuh. Bukan hanya rasa gatal, perih dan kemerahan yang muncul tapi juga bisa berdampak negatif pada kesuburan. Jadi, pastikan pakaian dalam yang Anda kenakan berbahan nyaman dan tak terlalu ketat.
IKLAN 1 IKLAN 2