Senin, 28 Mei 2012

7 Kebiasaan yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Makan

Halo!
Sobat Apasih.com :)

Banyak dari kita yang tidak tahu akan bahaya yang mungkin timbul dari kebiasaan tersebut. Ada juga yang tahu tapi masih saja melakukan kebiasaan tersebut. Nah, dibawah ini ada saran dari para ahli dibidang masing-masing, Diikuti monggo, tidak juga silahkan (tak ada paksaan, hehe)

1. Merokok

Mungkin anda sudah tahu kan bahaya merokok. Para Ilmuwan telah menetapkan dengan percobaan bahwa merokok satu batang setelah makan sama dengan merokok 10 batang pada waktu yang lainnya. Artinya kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh satu batang rokok setelah makan setara dengan kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh 10 batang rokok (masih mau merokok setelah makan?)

Memang kata sebagian orang (yang doyan rokok tentunya, termasuk saya) waktu merokok yang paling nikmat adalah beberapa saat setelah makan. Ternyata sungguh tak disangka, dibalik itu ada bahaya amat besar yang siap mengancam.

2. Makan buah

Sesungguhnya mengkonsumsi buah-buahan setelah makan akan menyebabkan terisinya perut dengan udara (lho kok bisa?) ya, bisa saja.

Setelah makanan masuk ke lambung, lambung membutuhkan waktu 1-2 jam untuk mencerna, jika seusai makan lalu menyantap buah, buah akan terhambat oleh makanan yang telah lebih dulu disantap, akibatnya buah- buahan tidak bisa tercerna secara normal. Jika berlangsung lama, akan menyebabkan gejala perut kembung, diare atau susah buang air besar dan gejala lainnya.

Oleh karena itu dianjurkan memakan buah-buahan 1 jam sebelum atau sesudah makan.

3. Minum teh
Langsung minum teh kurang baik dikarenakan daun-daun teh mengandung banyak unsur kimia karbon, dimana bahan kimia ini akan mempengaruhi protein yang ada pada makanan yang kita makan dan menjadikan keras sehingga sulit dicerna.

Minum teh setelah makan, dapat mengencerkan getah lambung, akibatnya mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung tanin (asam tanat), jika minum teh seusai makan, akan membuat protein yang belum sempat dicerna lambung menyatu dengan asam tanat dan membentuk sedimen (sedimen=endapan) yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi serapan protein. Teh juga dapat menghambat serapan zat besi, jika keadaan demikian berlangsung lama dapat terjadi gejala anemia karena kurang zat besi.

4. Melonggarkan sabuk di perut

Melonggarkan sabuk di perut memang terasa nyaman, namun hal itu akan mengurangi tekanan dalam rongga perut (yang berarti memaksa lambung turun/menjuntai) Melonggarkan sabuk setelah makan akan menyebabkan mulasnya lambung dan kebuntuannya (penyumbatan usus).

5. Mandi
Langsung mandi setelah makan akan menyebabkan mengalirnya darah ke penghujung tubuh, yaitu ke ujung tangan dan kaki. Akibatnya jumlah darah yang mengalir ke sekitar lambung menjadi sedikit. Hal ini menyebabkan lemahnya proses pencernaan.

6. Berjalan
Berjalan Termasuk kesalahan fatal adalah keyakinan orang terhadap sebuah kutipan: “jika engkau berjalan 100 langkah setelah makan, sesungguhnya engkau akan menikmati kesehatanmu hingga usia 99 tahun. ”

Ini adalah pernyataan yang salah, dimana langsung berjalan setelah makan akan menyebabkan lemahnya proses pencernaan. Kenapa bisa begitu?

Berjalan biasanya juga melibatkan otot-otot bagian perut sehingga antar otot satu dan otot lainnya saling bersinergis (sinergis=bekerjasama) untuk menimbulkan gerakan. Nah, gerakan ini alan mengganggu proses pencernakan makanan yang baru saja kita makan tadi. Alhasil gangguan pendernaan makanan siap membayangi orang yang suka berjalan-jalan setelah makan.

7. Tidur

seseorang yang tidur membuat tubuhnya menjadi sangat rileks, sehingga gerakan usus melambat. Sementara, makanan yang masuk seharusnya diolah (dicerna) tubuh lebih cepat alhasil akan menyebabkan tidak sempurnanya proses pencernaan. Dampaknya pun bukan main, kerusakan lambung atau radang usus siap bersarang pada diri kita.

Manakah yang biasa sobat Apasih.com lakukan?
IKLAN 1 IKLAN 2