Rabu, 15 Oktober 2014

Istri di China Telanjangi Wanita Simpanan Suami di Tempat Umum



Seorang wanita asal Kota Puyang, Provinsi Henan, China menjadi bulan-bulanan empat wanita misterius. Wanita bernama Lin Yao Li itu mendapat serangan saat berada di depan apartemennya. Keempat orang itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung menyarangkan pukulan ke badannya, dada dan kemaluannya. Tidak hanya itu, Li juga ditelanjangi di depan umum. Aksi kekerasan ini sempat terekam dan videonya telah beredar luas.

Tampak dalam video tersebut, warga sekitar tidak memberikan bantuan sebab dihalangi pelaku pengeroyokan. Menurut mereka, sumber cekcok merupakan masalah pribadi.

Li dituding menjadi wanita simpanan salah satu pelaku pengeroyokan itu.


Beruntung Li mendapat pertolongan dari seorang pejalan kaki bernama Jun Feng. Kepada media setempat, dia mengaku menemukan Li tergeletak di pinggir jalan dengan luka lebam dan tidak berbusana.

"Ini merupakan sesuatu yang menjadi hal normal akhir-akhir ini," ujar Feng.

Serangan serupa sebelumnya juga terjadi di Kota Jinan, Provinsi Shandong. Saat itu tiga orang wanita mendatangi kediaman seorang perempuan dan tiba-tiba menelanjanginya. Dia dituduh telah berselingkuh dengan suami salah satu pelaku kekerasan tersebut.

Rabu, 17 September 2014

Ketika 23 Karakter Kartun dan Super Hero Kelebihan Berat Badan (Gendut)


Seharusnya super hero yang ideal itu memiliki bentuk tubuh yang proporsional untuk mendukungnya dalam memberantas kejahatan, nah bagaimana jika tokoh kartun dan super hero yang Kamu tahu memiliki berat badan berlebih alias gendut? yuk langsung saja lihat di bawah ini.

1. Spiderman


2. Aquaman


3. Batman


4. Captain America


5. Charlie Brown and Snoopy


6. Godzilla


7. Hulk


8. Jack - Nightmare Before Christmas


9. Joker - Batman


10. Link - Legend of Zelda


11. Mr. Spock - Star Trek


12. Green Ranger - Power Ranger


13. Raphael - Teenage Mutant Ninja Turtle


14. Robocop


15. Snow White


16. Goku - Dragon Ball Z


17. Stormtropper - Star Wars


18. Subzero - Mortal Kombat


19. Superman


20. Thor


21. Wolverine - X-Men


22. Wonder Woman


23. Yoda - Star Wars


Kamis, 14 Agustus 2014

[Story] Liburan di Bali Berubah Petaka


Liburan di Bali
Ceritanya begini, beberapa anak muda asal jakarta berlibur di Bali dalam rangka merayakan kelulusan sekolahnya, mereka memilih pulau dewata Bali sebagai tempat melampiaskan kebahagiaan. Singkat cerita mereka tiba di Bali dan menginap di hotel sekitaran daerah Kuta, rencana ingin berkeliling pulau Bali mereka menyewa sebuah mobil dekat dengan hotel tempat mereka menginap. Dalam perjalanannya para pemuda tersebut tersesat di daerah hutan pegunungan sekitaran Kintamani, sialnya lagi mobil yang mereka sewa mogok dan tidak terdapat sinyal seluler.

Liburan di Bali
Praktis mereka menunggu sangat lama dengan perut lapar dan kedinginan di tengah kegelapan hutan pegunungan, sambil mengharapakan mobil lewat untuk meminta bantuan.

Liburan di Bali
Setelah sekian lama akhirnya ada mobil lewat namun tidak bisa memperbaiki mobil yang mogok, singkatnya mobil yang mereka sewa diderek menuju bengkel terdekat. Setelah sampai di bengkel, si pemilik bengkel memberi tahu mobil tersebut mogok karena masalah radiator yang dibiarkan kering dan menyebabkan mesin panas dan tidak bisa hidup. Pemilik bengkel ingin mengganti beberapa bagian radiator, namun toko sparepart mobil buka jam 9 pagi, itupun jauh dari Kintamani tepatnya di kota Gianyar.

Akhir cerita mereka terjaga semalaman di bengkel, mobil mereka sudah bisa kembali hidup dengan biaya perbaikan yang lumayan mahal dan kembali ke hotel di daerah kuta yang berjarak 3 jam dari Kintamani pada siang hari. Belum sampai di Hotel, mereka mendapati razia polisi di daerah Sanur dan mereka ditahan karena diduga membawa kabur mobil sewaan atas laporan dari pemilik mobil.

Mereka dibawa ke Kapolsek Sanur, sesaat setelah itu si pemilik mobil datang dan menjelaskan mereka seharusnya mengembalikan mobilnya pada kemarin sore selain itu nomor handphone yang diberikan oleh mereka tidak bisa dihubungi, sehingga pemilik mobil menduga mereka ingin membawa kabur mobilnya. Namun mereka menjelaskan duduk perkara apa yang sebenarnya terjadi, bahwa mobil mereka mogok dan tidak ada sinyal seluler di daerah pegunungan Kintamani.

Dari pengalaman tersebut, tidak sedikit para pelancong di Bali lebih memilih menyewa mobil beserta supir, ada banyak sekali Tour Operator di Bali yang memberikan layanan tersebut salah satunya yang paling digemari adalah layanan sewa mobil dan supir di Bali dari Kusuma Tour. Harga memang lebih mahal namun layanan ini memberikan kenyamanan dan rasa aman serta dapat memberikan kepuasan maksimal saat berlibur di Bali.

Sabtu, 28 Juni 2014

Prabowo-Hatta! Harapan Indonesia untuk Bangkit Kembali



Akhirnya tiba juga pesta demokrasi Indonesia yang diadakan setiap lima tahun sekali ini tepat pada tahun 2014, dimana seluruh rakyat Indonesia (seharusnya) merayakannya dengan suka cita dan penuh semangat karena hak politiknya akan menentukan arah bangsa tercinta ini ke depannya. Setelah menentukan wakil rakyatnya di Pileg (Pemilihan Legislatif) yang diadakan pada tanggal 9 April kemarin, kini rakyat Indonesia akan menentukan pilihan Presiden Indonesia selanjutnya pada tanggal 9 juli besok.

Hanya dalam beberapa hitungan hari saja kita memiliki waktu untuk berpikir dan menentukan pilihan, seiring mendekati hari pemilihan Presiden banyak sekali bermunculan informasi-informasi yang bersifat fitnah yang tidak memiliki dasar yang valid atau biasa kita sebut "Black Campaign" bertebaran bebas di media sosial seperti facebook, twitter, kaskus dll termasuk situs-situs online lainnya, buruknya lagi media berita di televisi-pun menyajikan berita yang sangat tidak berimbang sehingga membuat para pemilih khususnya para pemilih muda/baru menjadi semakin bingung untuk menentukan pilihannya karena informasi yang entah mana faktanya dan katanya makin tidak jelas.

Tidak hanya itu, efek dari "Black Campaign" itu sendiri sudah mengkontaminasi pikiran dan emosi menjadi makin keruh dan pada akhirnya timbul saling menjatuhkan dan menjelek-jelekan pilihan capres seseorang yang satu dengan yang lainnya. Sebagai negara yang baru belajar ber-demokrasi hal tersebut bisa dibilang lumrah dan wajar, namun hal tersebut tetap saja sangat disayangkan terjadi di negara yang memiliki kultur bangsa saling menghormati dan menghargai.

Mulai dari kita sendiri, mari kita kembalikan dan bangkitkan lagi semangat kebhinekaan dengan saling menghargai dan menghormati baik dalam pilihan capres seseorang ataupun di dalam hal yang lainnya. Sebagai warga negara Indonesia, saya admin apasih.com berhak dan wajib ikut memeriahkan pesta demokrasi ini dengan menjatuhkan pilihan pada pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta serta mendukung Prabowo-Hatta menjadi Presiden Indonesia selanjutnya dengan penilaian yang sangat objektif dan dengan berbagai alasan yang sudah dipikirkan matang-matang.

Untuk diingat sekali lagi, kedua pasangan capres dan cawapres yang maju pada pilpres 2014 merupakan putra-putra terbaik bangsa Indonesia, dan setiap pilihan yang kalian ambil adalah yang terbaik :)

Disini admin apasih.com tidak akan menguraikan alasan kenapa memilih Prabowo-Hatta, namun lebih pada apa yang admin harapkan pada pasangan capres cawapres nomor urut 1 (satu) ini jika terpilih menjadi Presiden Periode 2014-2019, sebenarnya ada banyak sekali tapi rasanya ini yang paling penting untuk segera direalisasi.

1. Negara Bhineka.
Kebhinekaan adalah jati diri bangsa Indonesia, Semboyan negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti walaupun Indonesia memiliki berbagai macam ragam perbedaan namun kita tetaplah SATU! yaitu bangsa Indonesia. Ini penting sekali! karena makin hari orang-orang ataupun golongan tertentu menjadi begitu liar mengancam kebhinekaan Indonesia. Bagaimana bangsa ini mau melangkah ke arah adil dan makmur ataupun mau bersaing dengan negara lain apabila bangsanya masih berseteru dan lupa dengan jati dirinya. Semoga Prabowo-Hatta bisa menindak tegas bagi siapapun dan pihak manapun yang tidak menghargai ataupun mengancam, mengintimidasi sebuah perbedaan (suku, ras, agama, adat dan budaya).

2. Negara Bebas Korupsi.
Rasanya hal ini sangat diimpikan oleh setiap orang yang menginjakkan kakinya di tanah air tercinta ini, pasti akan sulit sekali memberantas praktek-praktek korupsi yang sudah lama mengakar di negeri ini. Namun saya percayakan pada pasangan capres-cawapres nomor urut satu ini untuk bisa secepatnya menjadikan Indonesia bersih dan bebas dari praktek-praktek korupsi. Sehingga kebocoran negara dari pemberantasan korupsi bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

3. Penegakan Hukum dan HAM.
Saya tidak mau menjelaskan panjang lebar masalah hukum yang terjadi di Indonesia dan juga pelanggaran HAM yang kerap terjadi di Indonesia seperti dalam hak manusia dalam memeluk sebuah keyakinan dan lain sebagainya.

Semoga penegakan hukum di Indonesia bisa adil seadil-adilnya di pemerintahan Prabowo-Hatta. Khusus untuk kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 segera diusut tuntas dan diselesaikan! karena tak ada satu Presiden pun (bahkan sudah pergantian 4 Presiden) yang mampu menyelesaikan aib buruk tersebut.

4. Pendidikan wajib 12 Tahun dan program beasiswa ke luar negeri.
Semoga dalam pemerintahan Prabowo-Hatta mampu menjalankan program pendidikan wajib 12 tahun (SD, SMP dan SMA) dan memberikan beasiswa ke luar negeri untuk para siswa yang berprestasi.

5. Membangkitkan kembali Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi.
Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” dimana ekonomi kerakyatan harus dibangkitkan kembali melalui salah satunya yaitu koperasi. Sesuai dengan cita-cita bung Hatta, koperasi sebagai dasar perekonomian Indonesia karena koperasi mampu menciptakan perekonomian nasional yang mandiri dan andal untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat secara selaras, adil, dan merata. Semoga Prabowo-Hatta tidak hanya mampu membangkitkan kembali koperasi namun menjadikan koperasi sebagai dasar perekonomian Indonesia.

6. Negara Swasembada Pangan.
Walaupun faktanya saat ini kita masih mengimpor beberapa bahan pangan dari negara luar, perlu diketahui Indonesia memiliki sejarah pernah menjadi negara swasembada beras pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Dengan melihat sumber daya alam yang sangat melimpah ruah dan didukung oleh sistem ekonomi kerakyatan melalui lembaga-lembaga koperasi serta ditunjang dengan pendidikan kewirausahaan secara konsisten, rasanya bukan hal yang mustahil menjadikan negara Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Semoga Prabowo-Hatta mampu merancang rencana jangka panjang sebuah master plan dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Menjadi negara swasembada pangan berarti otomatis tidak ada lagi rakyat indonesia yang kelaparan lagi karena negara ini sudah mampu memberi "makan" untuk rakyat Indonesia sendiri selain itu menjadi negara swasembada pangan sebuah kebanggan besar yang pasti bisa membuat negara ini disegani bangsa-bangsa di dunia, minimal disegani di negara-negara Asean.

7. Meninjau kembali MP3EI.
Ada banyak sekali pro kontra masyarakat dalam proyek MP3EI (Master Plan Percepatan Pertumbuha Ekonomi Indonesia), karena dalam MP3EI ada banyak pihak asing yang terlalu diuntungkan dan menghancurkan ekonomi rakyat kecil. Semoga Prabowo-Hatta mampu meninjau kembali MP3EI.

8. Memperkuat Diplomasi.
Banyaknya para WNI yang diperlakukan kurang baik oleh negara lain, mengindikasikan diplomasi negara Indonesia kurang kuat. Semoga Prabowo-Hatta mampu memperkuat diplomasi Indonesia terhadap negara lain.

Sebenarnya masih banyak yang diharapkan pada pasangan Prabowo-Hatta misalkan pada bidang budaya, kesehatan, transportasi umum yang murah, informasi teknologi, birokrasi, pengembangan industri Alutsista, olahraga dan lain lain. Namun kedelapan poin yang sudah diuraikan tadi bisa dibilang sangat mendesak yang harus direalisasikan.

Apabila ada harapan lainnya yang ingin disampaikan untuk pasangan Prabowo-Hatta, silahkan tuliskan di kolom komentar dibawah ini :)

#PrabowoHatta #SelamatkanIndonesia #IndonesiaSatu





Selasa, 24 Juni 2014

[Wajib Baca!] Prabowo di Mata Seorang Wartawan Senior


MESKI saya wartawan, saya tak pernah berjumpa langsung dengan Prabowo. Dengan sejumlah jenderal lain pernah. Karena itu, pengetahuan saya tentang Prabowo Subianto – saya kira pengetahuan kebanyakan orang – berasal dari sumber-sumber kedua atau ketiga.

Misalnya dari media yang mengutip beberapa pernyataannya. Dan media itu mengutip pula dari media lain. Atau dari cerita sesama wartawan. Kebanyakan menjelaskan salah satu sisi pribadinya. Dan sisi itu yang itu-itu juga: Jenderal pelanggar HAM, anti asing, penculik aktivis.

Maka, yang tergambar di kepala saya adalah seorang yang otoriter, menakutkan, tinggi hati.
Sejak lama, Prabowo memang bukan figur kesayangan media, seperti sejumlah tokoh lain. Lelaki yang suka berkebun ini hampir tak pernah menjadi narasumber wartawan untuk berita-berita politik, sosial atau budaya. Iya hanya dimintai komentar untuk isu-isu yang menyangkut citra kelabu dirinya.

Dan memang, Prabowo sendiri tak suka melayani wartawan. Ia bukan seorang pencitra diri. Ini pernah dikatakannya kepada seorang wartawan asing: “One of my weaknesses is dealing with the media, with the people like you [Salah satu kelemahan saya adalah berhadapan dengan media, dengan orang seperti anda].”

Saya bisa bayangkan, betapa tidak nyaman wartawan silih berganti datang kepadanya hanya untuk mengulang-ulang pertanyaan: “Apakah anda bertanggung jawab atas penculikan aktivis? Kenapa anda merencanakan kudeta? Kenapa anda dipecat?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sudah dia jawab berulangkali, dengan logika bersahaja, dengan bahasa yang sangat lugas. “Saya memimpin tiga puluh empat battalion waktu itu. Jika saya mau ambil alih kekuasaan, apakah ada yang bisa mencegah saya? Dan cukup banyak yang mendorong saya untuk itu. Tapi itu tidak saya lakukan. Kenapa? Karena saya prajurit. Dan prajurit itu penjunjung dan penjaga konsititusi,” tegasnya suatu saat kepada seorang wartawan asing, dalam bahasa Inggris yang sangat bagus.

Tapi berita yang menyebar tetap saja citra-citra yang tadi: Pelanggar HAM, penanggung jawab Tragedi Semanggi. Prabowo tak pernah menggugat media, tak pernah mengkanter. Ia terus menjawab pertanyaan, meskipun jawaban-jawabannya menguap dalam sentiment negatif massa anti Soeharto.

Dan setiap musim pilpres, saat namanya muncul sebagai calon presiden, isu-isu itu mengemuka lagi. Di luar ‘musim’ itu, saya beberapa kali menonton wawancaranya tentang ekonomi dan kewirausahaan. Saya tertarik pada minatnya yang kuat untuk membangun ekonomi rakyat. Dia berbicara sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia [HKTI]. Dia punya banyak data tentang ekonomi masyarakat, jumlah pasar tradisional yang tergusur mall, bank yang lebih berpihak kepada pengusaha besar, pertanian yang makin terpinggirkan, perairan-perairan Indonesia yang dimalingi nelayan asing, dsb.
Gaya bicaranya umum saja. Bukan gaya seorang orator. Tapi lugas dan jelas, dengan bahasa yang rapih, mencerminkan pikirannya yang runut dan tertib. Tidak meledak-ledak. Enak untuk disimak – bagi mereka yang mementingkan isi ketimbang gaya. Ia lebih tampak sebagai pemikir.

Ketika ia mencalonkan lagi di musim pilpres sekarang, dan peluangnya lebih besar dari waktu-waktu sebelumnya, saya sudah menduga serangan kepadanya soal HAM akan meningkat. Dan memang terjadi. Dari pengguna fesbuk sampai pengamat, dari intelektual abal-abal sampai jenderal, mulai ‘nyanyi’ lagi soal ‘catatan masa lalu’ sang Jenderal, soal istri, soal haji sampai soal ngaji. Saya khawatir dia tak akan kuat menghadapi gugatan, sinisme, hujatan yang begitu luas. Beberapa tokoh yang tadinya tak pernah berkonfrontasi dengan Prabowo, kini ikut menembaknya, demi mengambil hati konstituen politik. Prabowo mungkin akan menyerang balik. Akan meradang.

Tibalah acara pengumuman daftar nomor urut capres dan cawapres. Prabowo akan datang dengan penampilan jumawa di hadapan orang-orang, pikir saya. Dengan koalisi besar di belakangnya, dengan dukungan lebih besar, dia akan langsung duduk di tempatnya dan membiarkan perhatian orang tertuju kepadanya.

Tidak. Dia masuk, menghampiri semua tokoh yang hadir, dan para tokoh pun berdiri. Terasa sekali wibawa dan kharisma Prabowo di ruangan itu. Ia pun menghampiri pesaingnya Jokowi dan Jusuf Kalla, dan Megawati yang tidak ikut berdiri, memberi hormat. Menyalami mereka. Sungguh pemandangan seorang ksatria, setidaknya bagi saya.

Kemudian dia maju; menyampaikan pidato singkat. Dia menyampaikan penghargaan kepada seluruh yang hadir. Menyebut nama mereka satu persatu. Menyebut nama pesaingnya Jokowi dan Jusuf Kalla dengan hormat.

Tampil Jokowi, figur merakyat dan sederhana, dia malah kampanye. Dan tidak memberi salam kepada Prabowo-Hatta.

Tiba saat deklarasi pemilu damai. Lagi-lagi Prabowo berpidato dengan menyejukkan semua pihak; menyebut Jokowi dan Kalla sebagai “saudara saya juga”. Meski Jokowi tak membalas keramahan Prabowo, tapi saya makin jatuh hati pada Prabowo. Orang-orang meramaikan sikap Jokowi yang kaku dan terlihat tegang.

Sampai menjelang debat capres 9 Juni kemarin, saya sudah berpikiran saya tidak akan melihat Prabowo beradu argumentasi ala debat. Saya sudah menduga dia akan berbicara seperti biasa, lebih memusatkan diri pada penyampaian pikiran ketimbang mengundang simpati.

Tapi bagaimana kalau dia dikorek-korek soal pelanggaran HAM di hadapan ratusan juta pasang mata melalui siaran langsung teve? Ingat para politisi kita yang mudah sekali meledak kalau tersinggung, terlihat di layar teve. Prabowo bisa begitu, saya kira.

Dan momen itu datanglah: Debat Capres. Orang-orang mungkin mengharapkan Prabowo akan tampil sebagai pendebat ulung, dan itu tidak susah baginya. Saya sudah orasi-orasi hebat. Itu hanya untuk kepuasaan sesaat. Obama hanya menarik saat kampanye karena kepiawaiannya berpidato, setelah jadi Presiden sama membosankannya dengan Bush.

Saya tidak perlu Prabowo yang berapi-api dan beragitasi. Dan saya senang karena ternyata dia tampil sangat ‘biasa-biasa saja’. Namun yang di luar dugaan saya, dia seperti tidak punya keinginan untuk mengungguli Jokowi-Hatta, padahal saya tau dalam suatu wawancara dia ‘menghabisi’ wartawan Asia News Channel, dengan logika cerdas. Dan si wartawan bule itu pun mengkerut.

Ia tidak lakukan ini kepada Jokowi. Bahkan ketika diberi kesempatan bertanya kepada Jokowi, Prabowo ‘hanya’ menanyakan yang datar-datar saja, bagaimana cara Jokowi nanti menangani tuntutan tuntutan pemekaran wilayah dan pilkada yang berbiaya mahal. Ia tidak menanyakan soal kasus korupsi Trans-Jakarta, atau ingkar janjinya kepada masyarakat Jakarta. Dia tidak menyerang. Dia tidak tendensius. Dia tidak meninggikan diri.

Sebaliknya, Jokowi berkali-kali menyebut dirinya ‘yang terbaik’ di PDIP. Dan ‘rekam jejak’. Dan ketika diberi kesempatan bertanya kepada Prabowo, yang sudah diduga itu muncul: Jusuf Kalla mempersoalkan pelanggaran HAM Prabowo di masa lalu.

Yang diluar dugaan saya, Prabowo cukup menjelaskan bahwa dia prajurit yang melaksanakan tugas. Dia tidak ‘membongkar’ atasannya. Hanya menyarankan Kalla untuk bertanya kepada atasannya waktu itu. Tentu dia bisa menambahkan kalimat: “Yang sekarang berada di kubu Bapak.” Tapi tidak.

Inikah jenderal penculik itu? Jenderal kejam itu? Perencana makar itu? Kok begitu pengalah. Begitu santun. Begitu hormat. Gambaran tentang Prabowo berbahan ‘informasi seken’ di kepala mendadak berubah. Saya jatuh cinta padanya.

Bagi saya itu sudah cukup. Tak perlu ada debat Capres kedua, ketiga.

Apakah ia sedang ber-acting? Sedang mematut-matut diri? Untuk mendapat simpati publik? Alhamdulillah, berbekal 20 tahun lebih hidup sebagai wartawan, saya tau persis mana sikap yang dibuat-buat, mana polesan, dan mana yang asli dari dalam. Prabowo jelas tidak pandai ber-acting. Itu adalah perbawa Prabowo.

Tunggu. Tapi kenapa sejak lama ia dicitrakan sedemikian buram, bahkan oleh beberapa petinggi TNI? Oleh lingkaran kekuasaan? Jawabannya adalah kisah klasik tentang Pangeran pewaris tahta di antara para petinggi kerajaan yang mengincar kekuasaan sang raja yang tengah udzur. Sang Pangeran terlalu cemerlang, ia hambatan terbesar bagi para peminat kekuasaan. Dan kerena itu harus ada jalan untuk menyingkirkannya. Dan Prabowo pun tersingkir dari lingkaran kekuasaan sedemikian lama.

Prabowo pun berminat pada kekuasaan, tapi dengan dorongan untuk menjadikan negerinya terhormat, seperti yang saya dambakan. Dia ingin naik kepada kekuasaan atas kehendak rakyat yang dicintainya. Dia membangun partai. Dia pasang iklan. Semua yang ia lakukan dalam usaha itu berdasarkan konstitusi, aturan dan etika.

Bagi saya, Prabowo adalah obat ‘herbal’ bagi masyarakat politik Indonesia sekarang yang kehilangan keindonesiaannya: saling serang, saling hujat, saling sikut, mengabaikan rasa malu. Pelipur bagi mental gampangan para pemimpin negeri ini: memberi konsesi kepada penanam modal asing adalah ‘prestasi’. Dan karena itu, di atas bumi yang kaya raya ini, manusianya miskin dan negaranya pengutang besar.


Prabowo ingin Indonesia berdaulat, terhormat dan bermartabat. Pesaingnya juga pasti menginginkan demikian. Kalau semua pihak berkeinginan dan berniat sama, tak perlu saling menjatuhkan. Saya yakin begitu pikiran Prabowo. Saya menaruh kepercayaan pada orang ini.

Sumber

Kamis, 12 Juni 2014

Jadilah Pemilih yang Cerdas, Pastikan Lakukan Hal Ini


pemilih cerdas
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014 akan berlangsung kurang dari 1 bulan lagi. Sudah tahu hendak memilih siapa dalam pesta demokrasi kali ini? Memutuskan siapa yang akan jadi pemimpin negara kita untuk 5 tahun ke depan bukanlah hal yang remeh. Kamu perlu benar-benar mempertimbangkan banyak hal sebelum menjatuhkan pilihan.

Kali ini Apasih.com akan memaparkan hal-hal apa yang perlu kamu tahu dari kandidat calon pemimpin bangsa ini. Plus, hal-hal apa yang kamu perlu acuhkan dari mereka. Sudah siap jadi calon pemilih yang cerdas?

Sebelum Menjatuhkan Pilihan, Kamu Perlu Melakukan Hal-Hal Ini:

1. Sudah Tahu Visi-Misi Kandidat Capres Dan Cawapres?
Janji manis adalah hal yang sering dilontarkan menjelang pemilihan umum. Kandidat bisa menjanjikan berbagai hal, namun pada akhirnya visi-misinya lah yang akan menjadi penyambung lidah bagi aksi yang benar-benar akan dia lakukan. Dari visi-misi itu lah kita bisa melihat komitmen calon pasangan terhadap berbagai isu.

Takut bosen baca visi dan misi yang bertele-tele? Sekarang kamu udah nggak perlu khawatir lagi. Kedua tim sudah mempersiapkan web asyik yang bisa kamu kunjungi. Untuk mengetahui visi dan misi Jokowi dan JK kamu bisa mengakses ke laman ini. Sementara visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta dituangkan dalam laman ini.

pemilih cerdas
Sudah tidak ada lagi alasan kamu enggan memilih karena tidak mengenal kandidat yang akan maju ke Pemilu Presiden 2014. Semua informasi tentang komitmen program mereka telah tersedia di hadap mata. Tinggal browsing internet sebentar juga ketemu, kok.


2. Gali Dulu Idealismemu
pemilih cerdas
Anak muda Indonesia kadang tidak peduli pada pentingnya idealisme. Kita kerap terseret arus populer, sehingga menentukan pilihan hanya berdasar apa yang sedang in atau hip saat itu. Mengikuti apa yang paling banyak diminati orang jadi hal yang paling “normal” untuk dilakukan. Padahal, krusial untuk benar-benar mengetahui hal yang paling penting buatmu. Tanpa harus mengindahkan pendapat orang lain.

Setelah mengetahui visi dan misi kandidat, tanyakan pada dirimu sendiri sebelum memutuskan memilih: “Apa yang paling aku harapkan dari kandidat presiden selanjutnya?” ; “Indonesia seperti apa yang ingin aku lihat di masa depan?”. Kalau kamu belum atau enggak mau mengasosiasikan diri dengan idealisme manapun, pertanyaan mendasar tersebut bisa jadi panduanmu untuk menentukan pilihan.

pemilih cerdas
Cari kandidat yang kamu rasa paling mungkin mewujudkan harapanmu. Sesuaikan keinginanmu dengan program dan visi mereka. Pilihlah kandidat yang secara rasional paling dekat dengan idealisme yang kamu yakini.


3. Jangan Malas Luangkan Waktu Nonton Debat Capres-Cawapres
pemilih cerdas
Sekarang perkembangan media memberikan kita kemudahan untuk melihat secara langsung bagaimana calon presiden dan wakil presiden kita memberikan pandangannya tentang sebuah isu. Selama bulan Juni hingga pertengahan Juli mendatang, akan diselenggarakan 5 kali debat Capres-Cawapres (jadwal selengkapnya, disini). Luangkan waktu untuk nonton debat ini. Jangan cuma nonton acara yang isinya joget-joget sama bagi duit itu.

Dalam setiap debat, kandidat Presiden dan Wakil Presiden akan dihadapkan pada isu yang berbeda. Di situlah kamu bisa secara jelas mengetahui bagaimana program-program nyata yang akan ia laksanakan kelak jika terpilih. Kalau perlu, catat poin dari setiap debat dan elaborasikan lagi di debat selanjutnya. Kamu akan bisa melihat mana yang cuma pintar bicara dan mana yang benar-benar konsisten terhadap komitmennya.

Kalau ketinggalan siaran langsungnya di televisi, sekarang juga sudah ada Youtube tempat kamu bisa menonton ulang debat yang sudah berlangsung. Banyak sekali jalan untuk mengetahui sudut pandang calon pemimpin yang akan mengomandani negeri ini. Tinggal kita saja yang harus pintar-pintar memanfaatkan.


4. Kepo-In Mereka Di Media Sosial
pemilih cerdas
Semua kandidat capres dan cawapres punya akun di jejaring sosial. Mereka juga sama seperti kita, menggunakan akun media sosial untuk menyampaikan ide, curhatan dan gagasannya. Bedanya Bapak-Bapak ini kebetulan sedang mencalonkan diri untuk jadi orang nomor 1 dan 2 di republik ini.

pemilih cerdas
Belum tahu apa akun twitter mereka? Nih ya Apasih.com kasih tahu: Prabowo (@Prabowo08), Jokowi (@Jokowi_do2), Hatta Rajasa (@hattarajasa) dan Jusuf Kalla (@Pak_JK). Gak ada salahnya jika mulai sekarang kamu follow akun mereka untuk mendapatkan perkembangan informasi tentang masing-masing kubu secara real time. Kalau punya pertanyaan kamu pun bisa langsung mention ke Bapak-Bapak ini. Keempat kandidat Capres dan Cawapres kita ini cukup ramah kok meladeni pertanyaan konstituen via jejaring sosial.


5. Ketahui Rekam Jejak Kandidat
pemilih cerdas
Janji manis bisa menipu, namun apa yang sudah pernah dilakukan akan jadi bukti nyata bagaimana kinerja calon presiden dan calon wakil presiden kita. Kedua pasang calon kandidat pernah punya jabatan: ada yang sipil (jabatan publik), ada yang militer. Mereka adalah pribadi yang bisa dinilai secara rasional dari rekam jejak yang mereka miliki.

Dari web masing-masing calon kamu bisa mengetahui riwayat kerja yang pernah mereka lakukan. Prestasi apa yang pernah dicapai, permasalahan apa yang dihadapi dan diselesaikan, plus kegagalan apa yang pernah terjadi selama masa jabatan. Apa yang pernah mereka lakukan saat menduduki jabatan akan jadi peta yang baik untuk menunjukkan bagaimana mereka akan bertindak saat memegang pucuk komando tertinggi di negara ini.


6. Cari Sumber Berita Yang Netral. Biasakan Bersikap Kritis Dan Kroscek Informasi
pemilih cerdas
Sekarang ini black campaign bertebaran dimana-mana. Informasi ngawur yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi menjatuhkan pihak lawan kerap jadi sumber data yang menyesatkan. Ngerinya, gak cuma oknum aja. Media cetak dan elektronik juga kerap ditunggangi oleh kepentingan.

Demi menjaga objektivitasmu sebagai pemilih, pastikan kamu punya sumber informasi yang netral. Jangan langsung percaya pada berita yang kamu dapat, bandingkan dulu dengan pemberitaan di media lain. Terlebih jika informasi tersebut kamu dapatkan dari kicauan di sosial media. Selalu cari data yang bisa mendukung informasi tersebut. Informasi viral yang banyak dibicarakan oleh orang-orang disekitarmu itu belum tentu valid, loh.

Kalau Hal Diatas Tadi Penting Untuk Dilakukan, Ini Adalah Hal Yang Sepatutnya Tidak Jadi Pertimbanganmu Dalam Memilih Capres Dan Cawapres:

1. Agamanya Apa/Agamanya Bagaimana?
pemilih cerdas
Keyakinan kepada Tuhan adalah hal paling personal yang dimiliki oleh seseorang. Akan gak adil jika kita sebagai manusia berusaha menilai seseorang dari hubungan vertikal-nya dengan Sang Maha. Siapa kita sih, bisa menilai keimanan seseorang?

Secara konstitusi, siapapun yang berkewarganegaraan Indonesia- dengan latar belakang agama apapun - berhak mencalonkan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Satu-satunya syarat tentang agama hanya tercantum pada pasal 6 poin (a) yaitu “Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa”. Selengkapnya soal Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden bisa kamu lihat disini.

pemilih cerdas
Selain berangkat dari sudut pandang Hak Asasi Manusia dan pemahaman bahwa keimanan tidak bisa diukur oleh manusia, mengesampingkan urusan agama juga jadi bukti bahwa kamu mempercayai sistem check and balance dalam demokrasi Indonesia. Tidak peduli agamanya apa, seorang pemimpin tidak akan bisa semena-mena menjalankan pemerintahan sesuai keinginannya sendiri. Dalam sebuah negara demokrasi, keinginan rakyat akan didengar dan disuarakan lewat wakil-wakil kita yang terhormat di DPR. Belajar memilih secara objektif dan meletakkan isu agama disamping bisa jadi awal yang baik bagi sistem demokrasi kita.


2. Punya Istri Atau Enggak / Bagaimana Anak-Anaknya?
pemilih cerdas
Isu soal keluarga juga bukan jadi hal yang relevan untuk jadi bahan pertimbanganmu memilih. Capres dan Cawapres ini adalah manusia biasa yang juga punya kelemahan dalam kehidupan personal. Walau ada Zhang Xin yang sempurna dalam kehidupan personal dan karir, namun banyak juga kok pemimpin yang kehidupan personalnya tidak mulus.

Obama dan Michelle saja melewati masa-masa curam dalam pernikahan mereka. Punya keluarga dan anak-anak yang tanpa cela itu tentu kebahagiaan bagi setiap individu, namun jika masih ada kekurangan maka bukan berarti dia buruk sebagai calon pemimpin.


3.” Suku X Ya? Iiih Kalau Orang Suku X Kan Gini” (Kemudian Berspekulasi)
pemilih cerdas
Kultur tempat seseorang dibesarkan memang bisa membentuk nilai-nilai dalam dirinya. Namun, kultur tidak serta merta membentuk perilaku. Semuanya kembali pada karakter dan integritas diri orang tersebut. Lagian udah bukan jamannya banget nggak sih memilih seseorang berdasar suku? Kita sepatutnya sudah harus lebih dewasa menghadapi perbedaan.


4. Dia Kaya Atau Enggak Sih?
pemilih cerdas
Katanya, kalau milih calon pemimpin yang udah settle secara finansial maka kemungkinan korupsi bisa diperkecil. Well, mau sekaya apapun orang itu kalau nggak punya integritas ya tetap saja bisa tergoda untuk korupsi.

Lebih baik pilih dia yang berintegritas dan mau diaudit secara terbuka, terlepas dari jumlah kekayaan yang sudah dimiliki saat ini.

Nah, itu tadi beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar jadi pemilih cerdas di pemilu mendatang. Sudah lebih siap dong menghadapi pesta demokrasi Indonesia?

Baca juga: [Untold Story] Cerita Prabowo Subianto yang Tidak Terungkap

Selasa, 10 Juni 2014

[Untold Story] Cerita Prabowo Subianto yang Tidak Terungkap



Dimulai dari periode orde lama Soekarno, ternyata Prabowo Subianto dan Soe Hok Gie bersahabat. Dalam buku "Catatan Seorang Demonstran" yang merupakan kumpulan tulisan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie, nama Prabowo muncul pada 1969. Gie menyebut Prabowo dengan nama "Bowo".

Gie sering menyebut LSM yang dibuat Prabowo sebagai korpsnya Prabowo. Tulisan Gie pada Kamis 29 Mei 1969 memperlihatkan kedekatan keduanya. Mereka beberapa kali kerap keluyuran bareng. "Dari pagi keluyuran dengan Prabowo ke rumah Atika, ngobrol dengan Rachma, dan membuat persiapan-persiapan untuk pendakian Gunung Ciremai," ucap Gie dalam tulisannya.

Soe Hok Gie dalam tulisannya juga menggambarkan Prabowo muda cerdas dan cepat tanggap.
"Ia cepat menangkap persoalan-persoalan dengan cerdas tapi naif. Kalau ia berdiam 2-3 tahun dalam dunia nyata, ia akan berubah," kata Gie, dalam catatan Soe Hoek Gie 25 Mei 1969. (sumber: viva news)

Hingga kisah perjalanannya yang lebih jauh pada orde baru Soeharto sebagai berikut.
Cerita lain Prabowo Subianto yang tidak pernah terungkap (untold story).

Tentang Prabowo Subianto sang "Senopati Wirang" untold Story.

moerdani
(foto: Moerdani)

1. Sedikit orang yang tahu bahwa perkawinan Prabowo Subianto dengan Titik H. Suharto pada thn1983 adalah berkat jasa LB Moerdani.

2. Prabowo pada 1982 - 1985 berpangkat Mayor adalah staf khusus Menhankam/Pangab LB Moerdani. Moerdani sudah lama mengamati Prabowo.

3. Sejak lulus Akmil berpangkat Letda, Moerdani serius mencermati/menilai perilaku, karakter dan kinerja Prabowo. Kesimpulannya : Luar Biasa!

4. Disamping memiliki kejeniusan (IQ: 152), Prabowo sangat berani, patriotik, sangat cinta tanah air. Dalam cerita-cerita Jawa : Senopati Wirang.

5. Menhankam / Pangab LB Moerdani tahu persis Prabowo sdh dijodohkan dengan putri seorang jenderal yang juga dokter. Moerdani diam-diam tidak setuju.

6. Pada tahun 1982-1985 itu LB Moerdani adalah tokoh yang sangat dipercayai oleh Presiden Soeharto. Saran-sarannya didengar dan sering diterima.

7. Besarnya Kepercayaan Soeharto kepada Moerdani karena dia selalu menunjukan loyalitasnya terhadap Soeharto. Jadi pengaman kekuasaan Soeharto/Orba.

8. LB Moerdani kebetulan juga penganut Katolik, sama dgn Ibu Tien. Pak Harto Islam abangan, lebih ke Kejawen (Bhirawa). Moerdani lobi Bu Tien.

9. Moerdani melobi Ibu Tien agar setuju mengambil Mayor Prabowo menjadi calon menantu, menjodohkannya dengan Titiek Hediati Hariyadi Suharto.

10. Bu Tien setuju dan Pak Harto pun setuju. Mereka tidak tahu Prabowo sudah bertunangan. Akhirnya tunangan dbatalkan, Prabowo nikahi Titiek.

11. Semula LB Moerdani berharap Prabowo akan menjadi mata dan telinganya di Cendana. Menjadi tangan kanan Moerdani dlm menggapai cita-citanya

12. LB Moerdani tidak menyangka Mayor Prabowo setelah jadi menantu Soeharto malah mengkhianati Moerdani, berpihak kepada Pak harto/Cendana.

13. Moerdani salah menganalisa dan menilai Prabowo yang islam abangan, berayahkan sosialis sekuler, ibu dan saudara-saudaranya kristen/non muslim.

14. Moerdani merasa tidak berisiko ketika dia memaparkan rencananya selaku Menhankam/Panglima ABRI untuk menghancurkan islam RI srcara sistematis.

15. Termasuk rencana Moerdani untuk merekayasa stigma negatip pada umat Islam Indonesia sebagai "ancaman terhadap Negara dan kekuasaan Soeharto".

16. Contohnya ABRI membantai ratusan umat Islam pada peristiwa Tanjung Priok. Moerdani melakukan pengondisian agar Islam = musuh negara !

17. Moerdani memaparkan bagaimana ABRI "menciptakan terorisme Islam", "pembangkangan Islam", "Islam Phobia" dst. lalu menumpasnya secara keji.

18. Moerdani menapak karier di ABRI dengan cara menciptakan Islam sebagai musuh negara dan kemudian ditumpas. Penghargaan dan pujian Suharto untuknya.

19. Ketika Prabowo tahu rencana besar dan rekayasa-rekayasa yang pernah dilakukan Moerdani dalam rangka membenturkan Islam dengan Pak Harto, dia bocorkan.

20. Prabowo melaporkan rencana keji Moerdani terhadap umat Islam Indonesia kepada Suharto, mertuanya. Pak Harto kaget, marah dan menyesalkan.

21. Sebelumnya, Pak Harto sudah lama mendengar adanya rekayasa petinggi ABRI terhadap sejumlah peristiwa terkait "makar kelompok Islam", tapi...

22. Tapi, Pak Harto abaikan, ia nilai itu hanyalah ekses rivalitas di internal ABRI. Kali ini informasi itu datang dari menantunya sendiri.

23. Prabowo menilai Moerdani punya agenda lebih besar dengan merekayasa benturan antara Umat islam dengan Suharto. Moerdani ingin jadi Presiden!

24. Cita-cita Moerdani menjadi Presiden setelah Pak Harto lengser sangat besar dan hanya bisa terwujud jika Islam dan Pak Harto bermusuhan.

25. Karena jika Hubungan Umat Islam dan Pak Harto baik/normal, maka akan sulit bagi Moerdani yang Katolik menjadi wapres pada tahun 1988.

26. Pak Harto pasti memperhatikan aspirasi umat Islam saat penetapan wapresnya pada 1988. Oleh sebab itu hubungan Suharto - Islam harus dirusak.

27. Selanjutnya, Moerdani berharap, setelah menjabat wapres pada 1988, kemungkinan besar Pak Harto akan mundur pd 1993. Moerdani jadi RI -1

28. Rencana KEJI Moerdani terhadap umat islam Indonesia ini dinilai Prabowo sangat membahayakan posisi Pak Harto. Islam mayoritas di RI.

29. Lebih kecil risikonya bagi Soeharto membina hubungan baik dengan umat Islam daripada menjadikan Islam sebagai musuh negara. Prabowo membocorkannya.

29. Setelah dapat laporan Prabowo mengenai rencana keji ABRI diotaki Menhankam/Pangab Moerdani, Soeharto tidak langsung bertindak. Diamati diam-diam.

30. Pak Harto diam-diam mencegah rencana keji LB Moerdani dgn menempatkan / promosikan sejumlah perwira tinggi ABRI yang kuat keislamannya.

31. Selain mempromosikan perwira-perwira Islam ABRI, Pak Harto juga promosikan perwira-perwira dari kesatuan lain yang tidak berhubungan dengan jaringan Moerdani.

32. Akibatnya Menhankam/Pangab Moerdani tidak lagi bisa bergerak bebas karena dikelilingi oleh jenderal-jendral Islam (TNI Hijau). Dia terjepit!

33. Puncak kekesalan Moerdani terjadi ketika Pak Harto mencopot Moerdani dari jabatan Pangab tahun 1988 dan menunjuk Try Soetrisno jadi Pangab.

34. Try Soetrisno tidak berasal dari Akmil tapi dari Atekad (akademi teknik AD), bukan perwira intelijen, tidak ada sentuhan dari Moerdani

35. Moerdani yang marah dan kecewa terhadap Soeharto kemudian merencanakan balas dendam besar-besaran dengan berencana menjatuhkan Soeharto.

36. Sebelumnya pada tahun 1984, Moerdani berhasil mengompori umat Islam agar marah kepada Suharto dengan menerapkan kewajiban azas tunggal.

37. Seluruh Ormas dan partai di Indonesia harus mencantumkan Pancasila sbg satu-satunya azas. Tidak boleh Islam atau azas lain. HARUS PANCASILA!

37. Reaksi keras umat Islam terhadap penerapan azas tunggal Pancasila memang diharapkan Moerdani. Bahkan Moerdani kondisikan agar Islam berontak.

38. Reaksi keras umat Islam terhadap penerapan azas tunggal Pancasila memang diharapkan Moerdani. Bahkan Moerdani kondisikan agar Islam berontak.

39. Jaringan intelejen Moerdani disusupkan ke ormas-ormas Islam dan ditugaskan untuk memanas-manasi tokoh-tokoh ormas Islam memberontak terhadap Suharto.

40. Tujuannya agar Suharto marah sama Islam dan Islam dinilai sebagai ancaman terhadap negara/Suharto, lalu ABRI diperintahkan membantai "musuh tersebut".

41. Rencana Benny Moerdani kandas, gagal total, karena ormas-ormas Islam juga didekati orang-orang Suharto dan diberi pengertian kondisi asas Pancasila yang sebenarnya.

42. Moerdani kemudian tahu bahwa penyebab kegagalan rencana besarnya menstigmasasi Islam sebagai musuh negara dikarenakan laporan Prabowo.

43, Prabowo sempat "dibuang" oleh Moerdani dengan memutasikannya menjadi Kasdim (kepala staf kodim), namun oleh Kasad Rudini, Prabowo dipulihkan.

44. Sejak itu, dalam otak Moerdani ada 2 musuh besar yang harus dihancurkan yakni Prabowo dan Suharto. Moerdani susun rencana strategis.

45. Puluhan tahun menjadi "DEWA" di ABRI dan Intelijen, antek-antek Moerdani masih banyak. Dua yang menonjol : Luhut Panjaitan dan Hendropriyono.

46. Meski LB Moerdani sudah tidak jadi panglima ABRI dan Menhankam, dia masih bisa memerintahkan Hendropriyono untuk back up PDI Megawati.

47. Saat itu Megawati adalah simbol perlawanan terhadap Presiden Suharto khususnya melalui PDI. Kongres PDI terpecah menghasilkan PDI Kembar.

48. Keberadaan PDI kembar: satu diketuai Soerjadi dan satu lagi dipimpin Megawati (yang saat ini kita tahu sebagai PDI Perjuangan), bisa terjadi karena ada dukungan jenderal pro Moerdani.

49. Keberhasilan Prabowo meyakinkan Pak Harto dan Ibu Tien terhadap bahaya besar yang sedang direncanakan Moerdani, menyebabkan...

50. Menyebabkan Pak Harto dapat menerima & mempercayai Prabowo sepenuhnya, termasuk saran Prabowo agar Pak Harto membina hubungan mesra dengan Islam.

51. Penerapan azas tunggal Pancasila yang menimbulkan reaksi keras umat Islam, tidak meletus menjadi bencana dengan perubahan sikap Pak Harto.

52. Pak Harto mulai mendekati Islam. Ibu Tien menjadi mualaf, disusul Pak Harto dan kemudian Pak Harto sekeluarga menunaikan Ibadah Haji.

Prabowo Subianto

53. Pak Harto berhasil membangun hubungan harmonis dengan umat Islam. Suatu hubungan baik yang belum pernah terjalin selama 24 thn Suharto berkuasa.

54. Tahun 1990 merupakan tahun kemerdekaan umat Islam Indonesia setelah "dijajah dan ditindas" selama 24 tahun Orde baru/Suharto.

55. Puncaknya 7 Des 1990 ICMI didirikan di UniBraw Malang. Tahun 1993 menteri-menteri Kabinet dan petinggi-petinggi ABRI mulai dijabat tokoh/perwira Muslim.

56. Benny Moerdani dan kelompoknya terus mencari jalan bagaimana menghancurkan Soeharto dan Prabowo. Akhirnya ditemukan cara: Penculikan!

57. Penculikan/pembunuhan sejumlah warga pada tahun 1997 menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) dan kemudian diikuti dengan penculikan/pembunuhan setelah SU MPR 1998.

58. Saat terjadi Penculikan/pembunuhan menjelang pemilu 1997 sama sekali belum ada tuduhan kepada Kopassus sebagai terduga pelakunya.

59. Namun ketika Tim Mawar melakukan penculikan aktivis pada 2-4 Februari 1998 dan 12-13 Maret 1998 dalam rangka terjadi kebocoran operasi.

60. Kebocoran informasi mengenai operasi Tim Mawar dlm rangka pengaman SU MPR terjadi karena ada 1 target, yakni andi arief belum diringkus.

61. Andi Arief sempat kabur, dicari kemana-mana, akhirnya ditemukan di persembunyiannya di Lampung. Dibawa ke Jakarta jalur darat via Bakauheni.

62. Saat Tim Mawar menaiki Kapal Ferry di Bakauheni, petugas polisi menghentikan Tim Mawar yang membawa Andi Arief dgn mata tertutup kain.

63. Meski Tim Mawar kemudian diizinkan masuk Ferry setelah menunjukan kartu pengenal, kejadian ini dilaporkan polisi ke DenPom Lampung.

64. Dan DenPom Lampung meneruskan info ini ke DanPuspom TNI di Jakarta. Saat itulah info bocor, lalu ditunggangi oknum-oknum TNI binaan Moerdani.

65. Peristiwa penangkapan andi arief di Lampung dan dibawa ke Jakarta pada tgl 28 Maret 1998, ditunggangi dengan terjadinya penculikan lain.

66. Penculikan lain/susulan pada tanggal 30 Maret 1998 dengan korban Petrus Bima Anugrah, dilakukan oleh Tim Lain bukan Tim Mawar.

67. Sebelumnya Tim Lain juga sudah menunggangi penculikan Herman Hendarwan pada tgl 12 Maret 1998. Para korban ini hilang/mati dibunuh.

68. Korban penculikan Tim Lain semua dibunuh, mayoritas non muslim agar menimbulkan kesan pembunuhan dilakukan oleh Kopassus pimpinan Prabowo.

69. Fitnah terhadap Prabowo, Kopassus melalui penculikan/ pembunuhan warga/aktivis adalah untuk tujuan akhirnya untuk melemahkan Suharto. Kenapa?

70. Karena untuk menghancurkan Suharto harus terlebih dahulu menghancurkan penopang utama kekuasaan Suharto yakni TNI!

71. Kekuatan inti TNI ada pada Kopassus sebagai kesatuan elit yang paling dibanggakan TNI. Moerdani cs hancurkan Suharto dengan menghancurkan TNI.

72. Pemilihan target korban yang umumnya non muslim/katolik dimaksudkan "menghilangkan jejak pelaku" sekaligus memancing perhatian Dunia.

73. Seolah-olah di Indonesia sedang berkuasa rezim Suharto yang anti katolik/kristen. Media-media yang dimiliki katolik/kristen pun bersuara sangat keras.

74. Akibatnya, Prabowo - Kopassus - TNI - Suharto babak belur dihajar dan difitnah Moerdani cs melalui penunggangan operasi Tim Mawar ini.

75. Namun Pak Harto tetap bertahan. Sampai akhirnya terjadi peristiwa kerusuhan Mei 1998, yang diawali dengan penembakan terhadap Mahasiswa Trisakti, memicu kemarahan masa.







76. Peristiwa Trisakti jelas ditunggangi kelompok Benny Moerdani dengan memfitnah Polres JakBar, Brimob dan Kopassus sebagai pelakunya. Memprovokasi dan menyulut kemarahan dimana-mana.

77. Krisis Moneter yg diperburuk oleh perampokan fasilitas BLBI oleh bankir cina melalui rekayasa kredit & tagihan pihak ketiga yang macet dll.

78. Sampai hari ini Negara kita masih terbebani utang BLBI sebesar lebih Rp 600 triliun, baru lunas dibayar via APBN hingga 2032.

79. Krisis Moneter, rekayasa opini, fitnah, kerusuhan Mei 1998 menjadi penyebab utama kejatuhan Soeharto 20 Mei 1998.

80. Pada saat kerusuhan Mei 1998 kembali TNI, Kopassus dan Prabowo dijadikan kambing hitam oleh kelompok Moerdani cs yg berkolaborasi dengan KG.

Prabowo Subianto

81. Situasi kacau dan tak terkendali dimanfaatkan para perusuh diduga kesatuan loyalis Moerdani cs untuk membakar kota dan mengeruhkan situasi.

82. Kehadiran sekelompok orang tidak dikenal membuat rusuh, terkordinir dan ini yang dibaca Prabowo sebagai faktor dominan yang membahayakan negara.

83. Paska kerusuhan dikembangkan opini sampai ke seluruh dunia seolah-olah telah terjadi pemerkosaan terhadap wanita-wanita cina, tuduhan itu tidak terbukti.

84. Tuduhan itu tidak terbukti sama sekali. Secara teori pun mustahil ada orang yang sempat dan berhasrat lakukan pemerkosaan di tengah-tengah kerusuhan.

85. Tuduhan itu hanya untuk menjatuhkan TNI, menghancurkan Suharto. Fitnah itu sukses besar. Suharto pun termakan fitnah tsb.

86. Laporan sejumlah jenderal langsung ke Suharto menghasilkan pengusiran Prabowo oleh keluarga cendana karena dianggap pengkhianat Suharto.

87. Prabowo tidak diberi kesempatan menjelaskan fakta sebenarnya kepada Suharto. Operasi Inteljen, penyesatan fakta & informasi Moerdani cs SUKSES!

88. Operasi itu sangat rapi, cermat dan dibantu media-media kolaborator moerdani seperti Harian Kompas Grup. Prabowo dicap pengkhianat Suharto.

89. Peran KG (konspirasi global) sangat dominan. Sejak Suharto mualaf dan mesra dengan umat Islam, Suharto tidak lagi jadi "Hadiah Terbesar" untuk AS. Sejak awal mula Soeharto menggantikan (mengkudeta) Soekarno menjabat Presiden, AS menyetir Indonesia melalui Soeharto, contohnya bisa dilihat dari pemberian Freeport yang sebelumnya tidak disetujui oleh Soekarno dan Soekarno dianggap musuh Amerika karena keberpihakan Soekarno kepada paham Komunis (PKI).

90. Kebangkitan Islam Indonesia era 1990an dinilai jadi ancaman oleh AS, Barat, Australia & Singapore. Sejalan dengan teori pasca perang dingin.

91. Teori/pendapat Samuel P. Hutington dlm tulisannya “The Clash of Civilization” (benturan peradaban) terus menerus dikembangkan di Barat.

92. Islam dikembangkan sebagai musuh baru dunia Barat paska kejatuhan Komunis Uni Soviet & Eropa Timur. Islam di RI juga dinilai sebagai ancaman.

93. Upaya penjatuhan Suharto yang sedang mendorong kebangkitan Islam di Indonesia setelah 24 tahun dijajah bangsa sendiri, dijadikan agenda utama KG.

94. Penjatuhan Suharto itu sekaligus untuk melakukan imperialisme baru atas Indonesia melalui LOI IMF - RI yang menghancurkan kedaulatan RI.

95. Pasca lengsernya Suharto yang disebut sebagai orde REFORMASI, pemerintah menerapkan demokrasi liberal yang tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila, yang menyebabkan para kapitalis dengan mudah menjadi penguasa-penguasa.



96. Era 1998-2004 Indonesia gonjang ganjing tanpa henti, gangguan keamanan, kerusuhan dimana-mana, ekonomi morat marit, pers tak terkendali.

97. Pers menjadi penguasa baru yang dominan, membentuk opini, mengarahkan dan membentuk persepsi rakyat sesuka hati dan sesuai agenda masing-masing.

98. Pers jadi "the first state", opini mengendalikan kebijakan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Trial by the press menjadi tontonan sehari-hari.

99. Pencopotan Prabowo selaku Pangkostras juga disebabkan penyesatan informasi. Bermula dari laporan ke Panglima TNI tentang adanya pasukan liar.

Prabowo Subianto

100. Pangkostrad Prabowo mengantisipasi gerakan pasukan liar tersebut dengan mengerahkan pasukan kostrad dalam rangka pengamanan, malah jadi sasaran.

101. Apalagi ketika hasil penyisiran gedung-gedung di sekitar Istana/Ring 1 ditemukan sejumlah besar senjata dan amunisi di Gedung Humpus (Gambir).

102. Kontan Prabowo dituduh sebagai penimbun senjata dan amunisi dlm jumlah besar yang ditemukan di lantai 3 Gedung Humpus tsb, Prabowo difitnah.

103. Usaha Prabowo menjelaskan bahwa dirinya mustahil melakukan kudeta atau menggulingkan presiden Habibie tidak diterima Presiden Habibie.

104. Opini yang begitu kuat menyudutkan Prabowo adalah hasil misinformation (penyesatan) & deception (pengelabuan) oleh kelompok Moerdani cs. Dan menjadikan Prabowo kambing hitam atas segala kerusuhan yang terjadi 1998 termasuk penculikan dan usaha kudeta.

Prabowo Subianto
(foto: Habiebie dengan Prabowo pasca reformasi)

105. Begitu kuatnya rekayasa opini dan fitnah dilancarkan kepada Prabowo sehingga Habibie, petinggi-petinggi TNI dan publik LUPA pada SATU HAL:

106. Mereka LUPA pada SATU HAL yang menjadi sifat dan karakter dasar Prabowo yang sudah sejak muda menjadi ciri khas/trade marknya yakni:



107. Yakni Prabowo memiliki patriotisme yang luar biasa, kecintaannya terhadap bangsa dan negara yang luar biasa. Mustahil dia melakukan itu.

108. Kami pernah ditegur keras Mayjen Hariyadi Darmawan,, mantan ketua Alumni UI : Saya jamin dengan jiwa raga saya tentang Patriotisme Prabowo.

109. "Orang seperti Prabowo tidak mungkin melakukan tindakan sekecil apapun yang dapat membahayakan negara !" Itu pesan Hariadi pada kami.

sumber: Berto Leonardo